Kisah: Ujian dan Keyakinan Bilal bin Rabah
Bilal bin Rabah, seorang budak dari Habasyah (Ethiopia), dikenal dengan keimanan yang teguh dan suaranya yang merdu saat mengumandangkan adzan. Sebelum memeluk Islam, Bilal mengalami siksaan kejam dari tuannya, Umayyah bin Khalaf, karena menolak untuk menyembah berhala.
Umayyah menjemur Bilal di padang pasir yang panas membara, menindihnya dengan batu besar, dan mencambuknya tanpa ampun. Di tengah siksaan yang menyakitkan itu, Bilal tak henti-hentinya melantunkan: "Ahad, Ahad!" (Allah Maha Esa, Allah Maha Esa!).
Umayyah marah dan bertanya, "Mengapa kau hanya menyebut 'Ahad'? Mengapa kau tidak menyembah berhala kami?"
Bilal menjawab dengan lantang, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah!"
Umayyah semakin geram dan terus menyiksanya. Namun, Bilal tetap teguh pada imannya dan terus melantunkan "Ahad, Ahad!".
Kisah ini sampai ke telinga Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang kaya dan dermawan. Abu Bakar RA segera membeli Bilal dari Umayyah dan memerdekakannya.
Setelah memeluk Islam dan dimerdekakan, Bilal menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Beliau dipercaya untuk menjadi muadzin pertama dalam Islam. Setiap hari, Bilal mengumandangkan adzan dengan suara merdunya, menyeru umat Islam untuk melaksanakan shalat.
Di balik keteguhan Bilal dalam menghadapi siksaan dan kesetiaannya dalam mengumandangkan adzan, terdapat keyakinan yang mendalam kepada Allah SWT. Bilal tidak hanya menyebut nama "Allah," tetapi juga menghayati makna keesaan Allah (Ahad). Dalam setiap hembusan nafasnya, Bilal merasakan kehadiran Allah SWT yang Maha Kuasa dan Maha Penolong. Keyakinan inilah yang memberikan kekuatan kepadanya untuk bertahan dalam menghadapi siksaan dan menjalankan tugasnya sebagai muadzin dengan penuh keikhlasan.
Pelajaran dari Kisah Bilal:
Kisah Bilal bin Rabah mengajarkan kita bahwa:
Keyakinan kepada Allah SWT adalah sumber kekuatan utama.
Menghayati makna Asmaul Husna dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita.
Doa yang tulus dan disertai dengan keyakinan akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dengan meneladani Bilal bin Rabah, mari kita perkuat iman kita, hayati makna Asmaul Husna, dan perbanyak doa kepada Allah SWT. Insya Allah, doa-doa kita akan dikabulkan dan hidup kita akan dipenuhi dengan keberkahan.Semoga kisah ini menginspirasi kita semua.