Merenungi Kefanaan Dunia surah Ar rahman ayat 26
ssassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
"كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا" (Semua yang ada di bumi): Kata "كُلُّ" (kullu) menunjukkan cakupan yang menyeluruh. Tidak ada satu pun makhluk yang hidup di bumi yang dapat menghindari kematian. Manusia, hewan, tumbuhan, bahkan jin, semuanya akan binasa."فَانٍ" (binasa): Kata "فَانٍ" (faanin) berasal dari kata "فَنِيَ" (faniya) yang berarti lenyap, hancur, atau musnah. Ini menunjukkan bahwa semua yang ada di bumi akan mengalami kehancuran dan tidak abadi.
Sifat Dunia yang Sementara: Dunia ini diciptakan sebagai tempat ujian dan cobaan bagi manusia. Ia bukanlah tempat tinggal abadi. Allah sengaja menciptakan dunia dengan segala keterbatasannya agar manusia tidak terlena dan melupakan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.Kekuasaan Mutlak Allah: Ayat ini menegaskan kekuasaan mutlak Allah sebagai Pencipta dan Penguasa alam semesta. Allah berhak menciptakan, memelihara, dan menghancurkan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.Hikmah dan Keadilan Allah: Kematian adalah bagian dari hikmah dan keadilan Allah. Dengan kematian, Allah memisahkan antara orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir, antara orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang berbuat buruk. Setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah pada hari kiamat.Menuju Kehidupan yang Abadi: Kefanaan dunia ini menjadi jalan menuju kehidupan yang abadi di akhirat. Setelah kematian, manusia akan dibangkitkan kembali dan dihisab atas segala amalnya. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan balasan surga yang penuh dengan kenikmatan abadi.
Mengingatkan tentang Kematian: Ayat ini mengingatkan kita bahwa kematian adalah kepastian yang akan datang kepada setiap orang. Oleh karena itu, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, dan bertaubat dari segala dosa.Menjauhi Cinta Dunia yang Berlebihan: Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu mencintai dunia dan melupakan akhirat. Kita boleh mencari rezeki dan menikmati kesenangan dunia, tapi jangan sampai hal itu melalaikan kita dari kewajiban kita kepada Allah dan sesama.Menyadari Keterbatasan Diri: Ayat ini menyadarkan kita bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan fana. Kita tidak memiliki kekuatan apa pun kecuali dengan pertolongan Allah. Oleh karena itu, kita harus selalu menampilkan diri di hadapan Allah dan memohon ampunan-Nya.Dorong untuk Berbuat Baik: Ayat ini mendorong kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan memanfaatkan hidup kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Karena segala amal baik yang kita lakukan di dunia akan menjadi bekal kita di akhirat.Memotivasi untuk Meraih Surga: Ayat ini memotivasi kita untuk berlomba-lomba dalam meraih surga Allah yang penuh dengan kenikmatan abadi. Surga adalah tempat tinggal yang kekal bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
.png)


0 Reviews:
Posting Komentar