Di Balik Setiap Ujian Ada Kekuatan Tersembunyi Refleksi surah Al Baqarah ayat 286
Bayangkan Anda berdiri di tepi samudra kehidupan, ombak masalah datang silih berganti, menerpa dan menguji ketahanan diri. Terkadang, kita merasa terhuyung, hampir tenggelam dalam keputusasaan. Di saat itulah, pandangan kita tertuju pada langit, di mana terpampang sebuah pesan yang menenangkan jiwa:
لَا يُكَلِّفُ (Lā yukallifu): "Tidak membebani." Ini adalah penafian mutlak dari Allah SWT bahwa Dia akan memberikan beban di luar batas kemampuan hamba-Nya.اللَّهُ (Allāhu): "Allah." Penyebutan nama Allah SWT menegaskan bahwa janji ini berasal dari Dzat yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana.نَفْسًا (Nafsan): "Seseorang," "jiwa," atau "diri." Ayat ini berlaku untuk setiap individu, tanpa memandang status sosial, ras, suku, atau latar belakang.إِلَّا وُسْعَهَا (Illā wus'ahā): "Melainkan sesuai dengan kesanggupannya," "melainkan sesuai dengan kemampuannya." Kata "wus'aha" mencakup segala aspek kemampuan manusia, baik fisik, mental, emosional, maupun spiritual. Ini berarti ujian yang diberikan Allah SWT selalu seimbang dengan potensi yang kita miliki untuk mengatasinya.
Surat Al-Insyirah (94:5-6): "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." Ayat ini diulang dua kali untuk menekankan bahwa setiap kesulitan pasti diiringi dengan kemudahan. Ini adalah janji Allah SWT bahwa Dia tidak akan membiarkan hamba-Nya terlarut dalam kesulitan selamanya. Kemudahan ini mungkin datang dalam bentuk solusi, kekuatan untuk bertahan, atau bahkan hikmah yang bisa dipetik dari ujian tersebut.Surat Al-Baqarah (2:155-157): "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." Ayat ini menjelaskan bahwa ujian adalah cara Allah SWT untuk menguji kesabaran dan keimanan hamba-Nya. Bagi mereka yang bersabar dan mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali), Allah SWT menjanjikan keberkatan, rahmat, dan petunjuk.Hadis Qudsi: "Aku berada di sisi prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia berprasangka baik, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Jika ia berprasangka buruk, maka ia akan mendapatkan keburukan." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menekankan pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Jika kita yakin bahwa Allah SWT akan menolong kita dalam menghadapi ujian, maka Allah SWT akan memberikan pertolongan-Nya. Sebaliknya, jika kita berprasangka buruk dan putus asa, maka kita akan semakin terpuruk dalam kesulitan.
.png)


0 Reviews:
Posting Komentar