Teguran Cinta Surah Al-Infithar ayat 6
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
"يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ" (Wahai manusia!): Seruan ini ditujukan kepada seluruh umat manusia, tanpa memandang ras, suku, atau status sosial. Ini adalah panggilan universal yang mengajak kita untuk memikirkan hakikat diri kita sebagai manusia."مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ" (Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih?): Pertanyaan ini mengandung makna yang sangat dalam. Apa yang membuat kita berani mengingat Allah, padahal Dialah yang telah menciptakan kita, memberikan kita rezeki, dan melimpahkan kenikmatan yang tak terhingga? Apa yang membuat kita lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu daripada mengikuti petunjuk-Nya?Kata "الْكَرِيْمِ" (Al-Karim) menunjukkan sifat Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Mulia. Allah tetap memberikan nikmat-Nya kepada kita, meskipun kita sering berbuat durhaka kepada-Nya.
Dunia: Gemerlap dunia dengan segala kenikmatannya seringkali membuat kita terlena dan melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Kita terlalu sibuk mengejar materi dan melupakan kewajiban kita kepada Allah.Hawa Nafsu: Hawa nafsu adalah bisikan setan yang selalu mengajak kita untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Jika kita tidak mampu mengendalikan hawa nafsu, kita akan terjerumus ke dalam kesesatan.Kelalaian: Kelalaian adalah penyakit hati yang membuat kita lupa akan Allah. Kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan melupakan ibadah dan dzikir kepada Allah.Tipu Daya Setan: Setan adalah musuh utama manusia. Ia selalu berusaha untuk menjauhkan kita dari Allah dengan berbagai macam cara.
Surat Al An'am (6) ayat 32: وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ Artinya: "Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"Ulasan: Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan tidak kekal. Kehidupan akhiratlah yang kekal dan lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.Hadis Riwayat Tirmidzi: “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Tirmidzi) Ulasan: Hadis ini menggambarkan bahwa orang mukmin harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunia agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan.
Introspeksi Diri: Ayat ini mengajak kita untuk selalu introspeksi diri dan membuka hubungan kita dengan Allah. Apakah kita sudah mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan? Apakah kita sudah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?Mengenal Allah: Ayat ini mengingatkan kita untuk lebih mengenal Allah dengan segala sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna. Dengan mengenal Allah, kita akan semakin mencintai-Nya dan takut untuk berbuat durhaka kepada-Nya.Menjaga Hati: Ayat ini mengajarkan kita untuk menjaga hati kita dari penyakit-penyakit hati seperti riya, ujub, takabur, dan sum'ah.Memperbaiki Diri: Ayat ini mendorong kita untuk selalu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita.Meningkatkan Ketakwaan: Ayat ini memotivasi kita untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
.png)


0 Reviews:
Posting Komentar