Pemandangannya, mewarnai langit dengan gradasi oranye dan ungu. Di atas perahu kecil, seorang nelayan melempar jala, sebuah siluet harapan di tengah luasnya sungai. Bukan hanya tangkapan ikan yang ia dambakan, tetapi juga keberkahan rezeki dari Sang Pencipta. Di momen syahdu inilah, terngiang ayat suci Al-Quran:
yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan relevan bagi kita semua. Mari kita bedah kata per kata:
وَارْزُقْنَا (Warzuqnā): Frasa ini adalah permohonan yang tulus, artinya "Berilah rezeki kepada kami." Kata "arzuq" berasal dari kata "rizq," yang berarti "segala sesuatu yang bermanfaat dan menjadi sumber kehidupan." Ini bukan hanya tentang materi, tetapi juga kesehatan, ilmu, kebahagiaan, dan segala kenikmatan lainnya.وَأَنتَ (Wa anta): Frasa ini berarti "dan Engkau." Ini adalah penegasan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa penuh untuk memberikan rezeki.خَيْرُ الرَّازِقِينَ (Khairur-rāziqīn): Frasa ini berarti "sebaik-baik pemberi rezeki." Ini adalah pujian dan pengakuan atas kemurahan dan keadilan Allah SWT dalam memberikan rezeki. Allah SWT tidak hanya memberikan rezeki, tetapi memberikan rezeki yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan hamba-Nya.
Surat At-Talaq (65:2-3): “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberikan rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Ayat ini menekankan pentingnya takwa dan tawakal sebagai kunci pembuka pintu rezeki dari arah yang tak terduga.Surat Ar-Rum (30:40): “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian menganugerahkan rezeki, kemudian menghidupkanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara sekutu-sekutumu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa hanya Allah SWT yang maha kuasa untuk menciptakan, memberi rezeki, mematikan, dan menghidupkan kembali.Hadits: "Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi) Hadis ini menggambarkan pentingnya tawakal dan keyakinan Allah SWT dalam mencari rezeki. Burung saja, yang tidak memiliki akal dan kekuatan, dapat memperoleh rezeki dari Allah SWT, apalagi manusia.
.png)
.png)
.png)

